Sabtu, 19 Agustus 2017

You

How are ...?
.
Ya engkau yang absurd
Yang hanya menatapku dari ruang lain

#MyDecember

Rara.Sarasva 4 Juni 2017

Dear You


~
Inilah semesta yang harusnya kau lihat
Akan kuceritakan tentang bagaimana suara ombak yang kau dengar,
Tentang bagaimana rasa pasir saat kau sentuh,
Tentang aroma laut yang kau hirup,
Tentang angin yang membelaimu,
Tentang buih yang menempel di kakimu, dan
Tentang warnanya yang biru.

Andai saja.
Aku hanya bisa berandai.
Sebab kau bahkan tak sempat menyapa semesta yang indah ini.

Agustus 2017


Selasa, 08 Maret 2016

Langkah

Perjalanan tak pernah mengajak kita berhenti
Kadang kita melihat langkah yang letih
Tapi ia tetap bertahan dalam langkahnya
Perjalanan seolah membawa kita mencari  tujuan
Namun kita tak pernah menyadari bahwa ada makna di dalamnya
Lihatlah betapa arogannya sebuah langkah
Kita tak bisa berhenti hanya pada satu cerita
Kita akan membawanya pada secarik kertas dan bercerita
Tentang apa-apa yang kita jumpai dalam setiap langkahnya
Entah apa yang kita lihat, kita dengar atau kita rasa
Ada sebuah esensi yang tercipta
Yang membawa jiwa kita terus ingin menemukannya lagi


Jawa Tengah, 24 Januari 2016 sebuah  perjalanan di dalam gerbong kereta 

Jendela


Sesuatu yang tampak sederhana
Tampak hanya sebuah bingkai kaca
Yang adakalanya ia kusam oleh debu
Yang tak jarang ia basah oleh hujan
Namun, satu waktu ia tampak berkilau oleh mentari
Entah karena ia menyerupai beningnya mata
Hampir setiap pasang mata ingin mengarahkan fokus ke arahnya
Apakah ia pernah berpikir bahwa ia yang dilihat?
Sayangnya ia tak pernah disadari hadirnya
Sepasang mata selalu berkata indah
Tapi pada apa yang ada di balik jendela
Mereka tak pernah mengagumi betapa indah itu tercipta justru lewat dia?
Ah, jendela sekalipun kau tak pernah dilihat kala yang dibalik bingkaimu lebih menarik
Ada beberapa pasang mata yang kan merindumu kala kau tak ada


Rara Sarasva
Jawa Tengah, 24 Januari 2016 di sebuah  perjalanan di dalam gerbong kereta 

Jumat, 03 April 2015

Tanpa Luka


Lihatlah kembali ke arahku
Sebentar saja
Bukankah aku tak seindah dulu?
Mengapa kau masih menyimpan  cintamu
Meski aku pun mencintaimu
Namun telah ku siapkan hatiku
Merelakanmu mengikuti pilihan mereka

Kembali mendengar cerita tentangmu
Aku pun kembali lemah
Tubuhku gemetar tiap melihat bayangmu
Pandanganku gelap ketika mengingat kata-kata terakhirmu
Andai kau tahu, aku telah menyiapkan diriku
Menjalani hidup seorang diri
Tanpa luka yang menyayat harga diri

Jika suatu hari nanti kau kembali
Jangan pernah membawa luka itu lagi untukku

Senja di Tepian Jakarta, 3 April 2015

Lost


Aku kembali terjaga
Memutar otak tuk menemukan cara
Aku ingin terlepas
Dari trauma yang kembali mencuat
Kini aku kembali melemah
Aku ingin bersandar
Di bahunya yang ku tak tahu kini di mana



Bogor, 30 Maret 2015

Rabu, 25 Maret 2015

Me Nan Ti

Memahami sebuah dialog
Suara rel dan mesin kereta
Peluit yang menandakan sebuah persimpangan kereta
Gemuruh yang nyata dari sisi jendela
Adakalanya aku menunggu
Seseorang yang pernah kukenal ada
Duduk di sisiku
Sejak aku duduk di kereta
Kulihat ke luar jendela
Berharap ada postur tubuh itu masuk
Di gerbong yang sama denganku
Aku mungkin tak peka
Namun andai ia tahu
Aku masih menunggunya
Menyapa dalam ketidaksengajaan pertemuan

Stasiun Semarang, 8 Maret 2015

Bumi pun Lelah

Lihatlah pada satu titik Langit yang semula abu-abu perlahan membiru Pagi tak lagi menyuguhkan aroma asap knalpot Sisi-sisi jalan mulai...