Kamis, 14 November 2013

ANOMALI SEL

Kuhembuskan nafasku. Mencoba melegakan hati. Meski kurasakan ngilu di ujung tulang rusukku. Inilah bahasa tubuh. Ada saraf-saraf yang saling bertautan antara perasaan, pikiran, saraf dan aliran darah. Kini aku mengerti alasan seorang dokter menghimbau pada pasiennya:
"Jangan banyak pikiran!"
Yaa, ternyata memang ketika pikiran kita sedang tidak beraturan, mampu mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh kita untuk melakukan sebuah pertikaian di dalamnya.

Kepada kamu;
Sel abnormal yang singgah di tubuhku
Bisakah kamu bersabar sebentar
Membiarkan hati dan logikaku bersiap diri
Menerima kehadiranmu meronta dalam aliran darahku
Aku tahu kau tidak sabar
Kau ingin segera menari
Menggerogoti organ tubuhku
Melemahkanku dan menjatuhkanku
Dalam kuasa sel abnormalmu

Kepada kamu;
Sel abnormal yang singgah di tubuhku
Beri aku waktu membersihkan diri
Dari dosa yang selalu kucumbui
Beri aku waktu melihat sebuah senyuman
Darinya yang telah membuatku ada

Kepada kamu;
Sel abnormal yang singgah di tubuhku
Ada kala kuingin kau mati
Namun saat rapuhku menjejali pikiranku
Kuingin kau datang membanjiriku lebih banyak dari hari ini

Bogor, 14 November 2013

Kamis, 07 November 2013

Diam

Ingin kembali duduk pada sebuah atap
Menatapmu dari kejauhan
Kau mungkin senyum yang pernah kulukis
Di sepanjang hariku tadi
Tapi kenapa malam ini kau tak ada
Aku diam mencari senyummu
Aku merahasiakan rindu pada sinarmu
Bukan aku tak mampu ikut tersenyum bersamamu
Namun aku takut bukan hanya aku yang merindukan senyummu itu

Sajak Bulan Sabit
Bogor, 07 November 2013

Kamis, 12 September 2013

Puteri Mahkota

Meredupkan mimpi di tengah ambisi
Menjelma menjadi Puteri Mahkota
Dalam kerajaan tanpa jiwa
Tertunduk meratapi hening tanpa tepi

Andai Sang Puteri bisa memilih mati
Ia ingin pergi menjauh dari belenggu duniawi
Letih telah menyelimuti hatinya
Menghilangkan gairah akan cita yang tertunda

Selasa, 30 Juli 2013

LEWAT MALAM

Inilah malamku
Dingin, sepi, sunyi tanpamu
Menyimpan rindu, sendu dan haru
Akan hadirmu di antara gelisahku
Pada perjumpaan yang aku pun tak tahu

Inilah malamku
Yang kembali menarikan tarian jiwaku yang sempurna
Lewat udara yang terasa penuh oleh bayangmu
Kau mengendus pelan
Mencuri sela di antara otakku yang terus bekerja

Bogor, 30 Juli 2013 23.39 WIB

Bukan Sebuah Kebetulan

Yang aku tahu kita bersama dalam cinta
Bukan karena sebuah kebetulan
Namun kita adalah bagian dari rencanaNya
Setiap pertemuan kita
Kini terlihat kembali dalam benakku
Perbedaan atau persamaan adalah kombinasi rasa kita
Malu, ragu, bahkan kekagumanmu
Yang tak pernah terbaca olehku
Kini membuatku tersadar
Kau begitu berarti di hatiku

Jakarta, 22 Maret 2013

Di TanganMU Kuserahkan Urusanku

Terima kasih untuk hening sejenak yang Engkau beri Tuhan.
Untuk waktu yang mampu membuatku semakin membaca hati lebih rinci.
Waktu yang mampu membuatku semakin percayakan segala urusanku KepadaMu Ya Tuhanku.
Terima kasih Tuhan,

Engkau ajariku untuk semakin percaya
Bahwa Engkaulah pemilik segala harap dan rencana indah bagiku.

Bogor, 22.48 WIB, 24 Juli 2013

SEMOGA

Bolehkah aku tak memiliki alasan?
Sebab untuk menyayangimu memang tak ada satu alasanpun yang kupunya.
Yang aku punya hanya sebuah keyakinan kepada Tuhan
Semoga engkaulah malaikat tak bersayap yang Tuhan kirim bagiku
Semoga engkaulah jiwa yang menggenapi jiwaku
Semoga engkaulah senja yang akan membawaku menjemput mentari di esok hari
Semoga engkaulah peristirahatan terakhirku dan ujung dari langkahku
Semoga engkaulah mata yang mampu menuntunku bertemu dengan Tuhan.

Dan semoga, engkau mengerti.

Rara Sarasva

Bogor, Rabu 24 Juli 2013, 23.09 WIB

Bumi pun Lelah

Lihatlah pada satu titik Langit yang semula abu-abu perlahan membiru Pagi tak lagi menyuguhkan aroma asap knalpot Sisi-sisi jalan mulai...