Sabtu, 19 Agustus 2017

Langkah Kaki

Ke mana kau akan melangkah
Wahai langkah kaki?
Kembali atau pergi?
Rasa takutmu muncul tenggelam lagi
Pahitmu sekelebat datang memenuhi pikiran
Di depanmu bukan hanya batu karang
Di belakangmu adalah pasir yang goyah
Jika kembali akankah pasir itu akan menahanmu agar tetap berdiri?
Dan jika pergi, sanggupkah kau menapaki batu karang tanpa alas kaki?
.
Kau bahkan tak tahu pilihanmu saat ini
Bagaimana kau menyiapkan dirimu
Untuk tetap tegak menggapai mimpi di depanmu sana?
.
Kadang ingin kau biarkan semuanya terbang
Biarlah kau diam di sini
Tak bergerak
Tapi pastilah senyawa disekitarmu memaksamu beranjak
Pada jalan yang tak kau tahu ini.
.
Rara.Sarasva 30 Juni 2017

Sepasang Kaki

Kita hanya sepasang kaki yang melangkah di atas pasir.
Satu langkah maju meninggalkan kaki yang lainnya.
Sama seperti pasir yang melekat sesaat.
Sebentar saja pasir pun pergi terbawa ombak.
Lalu...
Langkah kita terasa sepi.
Satu pergi mendahului,
Satu lagi tak mau berhenti.
Sedang sepi kita ini,
pastilah tak lebih sepi dari sepimu di sana.

Rara.Sarasva 25 Juni 2017

You

How are ...?
.
Ya engkau yang absurd
Yang hanya menatapku dari ruang lain

#MyDecember

Rara.Sarasva 4 Juni 2017

Dear You


~
Inilah semesta yang harusnya kau lihat
Akan kuceritakan tentang bagaimana suara ombak yang kau dengar,
Tentang bagaimana rasa pasir saat kau sentuh,
Tentang aroma laut yang kau hirup,
Tentang angin yang membelaimu,
Tentang buih yang menempel di kakimu, dan
Tentang warnanya yang biru.

Andai saja.
Aku hanya bisa berandai.
Sebab kau bahkan tak sempat menyapa semesta yang indah ini.

Agustus 2017


Selasa, 08 Maret 2016

Langkah

Perjalanan tak pernah mengajak kita berhenti
Kadang kita melihat langkah yang letih
Tapi ia tetap bertahan dalam langkahnya
Perjalanan seolah membawa kita mencari  tujuan
Namun kita tak pernah menyadari bahwa ada makna di dalamnya
Lihatlah betapa arogannya sebuah langkah
Kita tak bisa berhenti hanya pada satu cerita
Kita akan membawanya pada secarik kertas dan bercerita
Tentang apa-apa yang kita jumpai dalam setiap langkahnya
Entah apa yang kita lihat, kita dengar atau kita rasa
Ada sebuah esensi yang tercipta
Yang membawa jiwa kita terus ingin menemukannya lagi


Jawa Tengah, 24 Januari 2016 sebuah  perjalanan di dalam gerbong kereta 

Jendela


Sesuatu yang tampak sederhana
Tampak hanya sebuah bingkai kaca
Yang adakalanya ia kusam oleh debu
Yang tak jarang ia basah oleh hujan
Namun, satu waktu ia tampak berkilau oleh mentari
Entah karena ia menyerupai beningnya mata
Hampir setiap pasang mata ingin mengarahkan fokus ke arahnya
Apakah ia pernah berpikir bahwa ia yang dilihat?
Sayangnya ia tak pernah disadari hadirnya
Sepasang mata selalu berkata indah
Tapi pada apa yang ada di balik jendela
Mereka tak pernah mengagumi betapa indah itu tercipta justru lewat dia?
Ah, jendela sekalipun kau tak pernah dilihat kala yang dibalik bingkaimu lebih menarik
Ada beberapa pasang mata yang kan merindumu kala kau tak ada


Rara Sarasva
Jawa Tengah, 24 Januari 2016 di sebuah  perjalanan di dalam gerbong kereta 

Jumat, 03 April 2015

Tanpa Luka


Lihatlah kembali ke arahku
Sebentar saja
Bukankah aku tak seindah dulu?
Mengapa kau masih menyimpan  cintamu
Meski aku pun mencintaimu
Namun telah ku siapkan hatiku
Merelakanmu mengikuti pilihan mereka

Kembali mendengar cerita tentangmu
Aku pun kembali lemah
Tubuhku gemetar tiap melihat bayangmu
Pandanganku gelap ketika mengingat kata-kata terakhirmu
Andai kau tahu, aku telah menyiapkan diriku
Menjalani hidup seorang diri
Tanpa luka yang menyayat harga diri

Jika suatu hari nanti kau kembali
Jangan pernah membawa luka itu lagi untukku

Senja di Tepian Jakarta, 3 April 2015

Bumi pun Lelah

Lihatlah pada satu titik Langit yang semula abu-abu perlahan membiru Pagi tak lagi menyuguhkan aroma asap knalpot Sisi-sisi jalan mulai...