Jumat, 15 Februari 2013

KEMATIAN II


Tubuhku yang letih
Tak jua mampu membuat malam melelapkanku
Rasa takut akan kehilangan
Menyeruak kembali menggalaukan hati

Dia yang begitu kami cintai
Begitu diingini kekasih hatinya menemani
Di alam jauh tak terjangkau mata

Sedang kau, hadir dalam wajah pasi
Namamu terpahat rapi dengan tinta emas tebal
Dalam kilap batu nisan hitam lebar
Menimbulkan cemas akan nyata sebuah ucapan

Kehilangan, kematian, kenapa hadir begitu menakutkan?
Tidakkah diberi sedikit jeda untukku bernafas tanpa air mata?
Atau melukis tawa daripada menahan rasa sesak di dada?

Rara Sarasva, 21 Oktober 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bumi pun Lelah

Lihatlah pada satu titik Langit yang semula abu-abu perlahan membiru Pagi tak lagi menyuguhkan aroma asap knalpot Sisi-sisi jalan mulai...